Ekspedisi Anjer-Panaroekan - Laporan Jurnalistik Kompas: 200 Tahun Anjer-Panaroekan, Jalan (Untuk) Perubahan

Ekspedisi Anjer-Panaroekan - Laporan Jurnalistik Kompas: 200 Tahun Anjer-Panaroekan, Jalan (Untuk) Perubahan

Product Description

  • Title: Ekspedisi Anjer-Panaroekan - Laporan Jurnalistik Kompas: 200 Tahun Anjer-Panaroekan, Jalan (Untuk) Perubahan
  • Author: Tim Ekspedisi Kompas 200 Taoen Anjer Panaroekan
  • ISBN: 9789797093914
  • Page: 264
  • Format: Paperback
Ekspedisi Anjer-Panaroekan - Laporan Jurnalistik Kompas: 200 Tahun Anjer-Panaroekan, Jalan (Untuk) Perubahan Ekspedisi Anjer Panaroekan Laporan Jurnalistik Kompas Tahun Anjer Panaroekan Jalan Untuk Perubahan Jalan Raya Pos De Grote Postweg dibuat Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels membujur dari Anyer di barat ke Pana rukan di ujung timur Pulau Jawa Jalan sepanjang ki, Jalan Raya Pos De Grote Postweg dibuat Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels 1808 1811 , membujur dari Anyer di barat ke Pana rukan di ujung timur Pulau Jawa Jalan sepanjang 1.100 kilometer ini menjadi akses penting bagi penguasa Belanda yang akan mempersingkat waktu tempuh, berprospek ekonomi, serta sebagai sistem pertahanan.Di Serang dan Tangerang,Jalan Raya Pos De Grote Postweg dibuat Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels 1808 1811 , membujur dari Anyer di barat ke Pana rukan di ujung timur Pulau Jawa Jalan sepanjang 1.100 kilometer ini menjadi akses penting bagi penguasa Belanda yang akan mempersingkat waktu tempuh, berprospek ekonomi, serta sebagai sistem pertahanan.Di Serang dan Tangerang, perjumpaan dengan para buruh pabrik mengingatkan pada sistem ekonomi pengisapan warisan kolonial Melewati Puncak Pas, di balik elok alam dan mojang Priangan, tersimpan kisah tentang petani yang menjadi buruh di bekas tanahnya sendiri.Turun dari Cadas Pangeran, tempat ribuan korban pekerja tewas dalam pembangunan Jalan Raya Pos Menemui petani petani tebu di Cirebon saat ini serasa disedot ke masa dua abad lalu.Semarang menyisakan kota lama yang sekarat oleh hantaman rob dan penurunan muka tanah.Pati Rembang Lasem menjadi kota pesisir yang miskin, di Juwana, Pati, melihat nelayan Desa Bendar yang tinggal di rumah rumah gedongan.Di Tuban dan Gresik, harapan juga berseri ketika melihat pabrik pabrik menjulang Namun, kemiskinan ternyata tetap tak terusir Di Porong, Sidoarjo, hingga dua tahun sejak lumpur menyembur, tak ada kepastian untuk pindah ke tempat lain Buku ini membahas sejarah pembangunan jalan itu, memotret perkembangan daerah di sepanjang jalur, mengangkat kisah kisah kemanusiaan yang menyentuh nurani, menggali potensi wisata dan investasi, serta dilengkapi dengan peta Jalan Raya Pos De Grote Postweg.

Product Info

Description
Related Post
Reviews
  • Jalan Raya Pos De Grote Postweg dibuat Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels 1808 1811 , membujur dari Anyer di barat ke Pana rukan di ujung timur Pulau Jawa Jalan sepanjang 1.100 kilometer ini menjadi akses penting bagi penguasa Belanda yang akan mempersingkat waktu tempuh, berprospek ekonomi, serta sebagai sistem pertahanan.Di Serang dan Tangerang,Jalan Raya Pos De Grote Postweg dibuat Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels 1808 1811 , membujur dari Anyer di barat ke Pana rukan di ujung timur Pulau Jawa Jalan sepanjang 1.100 kilometer ini menjadi akses penting bagi penguasa Belanda yang akan mempersingkat waktu tempuh, berprospek ekonomi, serta sebagai sistem pertahanan.Di Serang dan Tangerang, perjumpaan dengan para buruh pabrik mengingatkan pada sistem ekonomi pengisapan warisan kolonial Melewati Puncak Pas, di balik elok alam dan mojang Priangan, tersimpan kisah tentang petani yang menjadi buruh di bekas tanahnya sendiri.Turun dari Cadas Pangeran, tempat ribuan korban pekerja tewas dalam pembangunan Jalan Raya Pos Menemui petani petani tebu di Cirebon saat ini serasa disedot ke masa dua abad lalu.Semarang menyisakan kota lama yang sekarat oleh hantaman rob dan penurunan muka tanah.Pati Rembang Lasem menjadi kota pesisir yang miskin, di Juwana, Pati, melihat nelayan Desa Bendar yang tinggal di rumah rumah gedongan.Di Tuban dan Gresik, harapan juga berseri ketika melihat pabrik pabrik menjulang Namun, kemiskinan ternyata tetap tak terusir Di Porong, Sidoarjo, hingga dua tahun sejak lumpur menyembur, tak ada kepastian untuk pindah ke tempat lain Buku ini membahas sejarah pembangunan jalan itu, memotret perkembangan daerah di sepanjang jalur, mengangkat kisah kisah kemanusiaan yang menyentuh nurani, menggali potensi wisata dan investasi, serta dilengkapi dengan peta Jalan Raya Pos De Grote Postweg.

  • membangkitkan kenangan tersendiri bagi diriku yang pernah tinggal di cirebon, bandung, semarang, surabaya, kini jakarta lebih dari separuh hidupku melintasi jalan ini setidaknya sekali setiap tahungat kemacetan di alas roban yang kini tergantikan oleh jalan mulus. tempat bis berhenti di gringsing untuk makan malam. restoran di tuban yang langsung menampar laut. desa nelayan di losari. pelabuhan di cirebon. puncak pass yang segar. pasir putih di pasuruan.tapa dalam buku ini banyak yang tergantika [...]

    Banyak pengetahuan yang bisa didapat dalam buku ini. Hal pertama yang saya ketahui adalah ternyata bahwa saat Daendels memerintahkan untuk membangun jalur Anyer-Panaroekan, tidak semuanya jalan baru. Ada beberapa bagian jalan yang memang sudah ada sebelumnya. Semisalnya jalan yang dipakai oleh Sultan Agung dari Mataram ketika menyerang Batavia.Di buku ini juga dijelaskan mengenai kemunduran dari berbagai daerah yang dilalui jalur Anyer-Panaroekan. Dulu ketika baru dibangun daerah ini begitu maju [...]

    Keindahan itu sesungguhnya ada dalam ruang2 tersembunyi. Ia tidak larut dalam gebyar dunia, karena dialah yang sebenarnya menghadirkannya. Dia bukan tidak tampak, ia hanya bersetia dalam keheningan. (h. 211)Kita catat dari daerah ini, kawannelayan dimakan ikansedang di darat hanya tiga jam istirahatdari segala yang didapatuntuk tengkulak dan pajaknasi dan pukat(h. 321)***Setelah membaca buku ini maka pertanyaan besarnya adalah:Setelah ratusan tahun kemudian kenapa kota2 di sepanjang Anjer-Panaro [...]

    Buku catatan perjalanan penelusuran jalan raya Anyer-Panarukan buatan Daendels tahun 1808. Buku yang menarik, banyak sejarah dan fakta yang dituliskan di sini meskipun banyak juga yang diulang-ulang dan agak membosankan.Namun, kesan yang kuat justru "buku tentang cerita yang menyedihkan". Terutama karena salah urusnya negara ini terhadap potensi-potensi kota-kota dan pulau Jawa secara keseluruhan. benar-benar cerita yang membuat depresi.

    sebagian besarnya termasuk dalam wilayah Kerajaan Mataram Islam, pada masa jaya-jayanya sih. Sebenarnya kalau ditambah juga dengan dinamika pemerintahannya pasti lebih seru. Makanya saya gak berani kasih 5 bintang, masih ada yang kurang lengkap sih. Hehe

    Woow . . . sejarah memang sangat menarik untuk ditelusuri . . . walaupun menemui kenangan pahit dimana 30rb nyawa menjadi harga pembuatan jalan anyer-panarukan :(

    salah kaprah pembangunan

    Big nation is a nation that always remember its history

    • Best Read [Tim Ekspedisi Kompas 200 Taoen Anjer Panaroekan] ð Ekspedisi Anjer-Panaroekan - Laporan Jurnalistik Kompas: 200 Tahun Anjer-Panaroekan, Jalan (Untuk) Perubahan || [Christian Book] PDF î
      264 Tim Ekspedisi Kompas 200 Taoen Anjer Panaroekan
    • thumbnail Title: Best Read [Tim Ekspedisi Kompas 200 Taoen Anjer Panaroekan] ð Ekspedisi Anjer-Panaroekan - Laporan Jurnalistik Kompas: 200 Tahun Anjer-Panaroekan, Jalan (Untuk) Perubahan || [Christian Book] PDF î
      Posted by:Tim Ekspedisi Kompas 200 Taoen Anjer Panaroekan
      Published :2019-09-12T15:53:15+00:00