Ekspedisi Tanah Papua - Laporan Jurnalistik Kompas: Terasing di Pulau Sendiri

Ekspedisi Tanah Papua - Laporan Jurnalistik Kompas: Terasing di Pulau Sendiri

Product Description

  • Title: Ekspedisi Tanah Papua - Laporan Jurnalistik Kompas: Terasing di Pulau Sendiri
  • Author: Tim Ekspedisi Tanah Papua Kompas 2007
  • ISBN: 9789797093891
  • Page: 229
  • Format: Paperback
Ekspedisi Tanah Papua - Laporan Jurnalistik Kompas: Terasing di Pulau Sendiri Ekspedisi Tanah Papua Laporan Jurnalistik Kompas Terasing di Pulau Sendiri PAPUA lebih dari sekadar koteka atau emas di Tembagapura Dari kejelian Gubernur Belanda J van Baal di tahun membangun Hollandia yang sekarang Jayapura ia memilih suku yang pekerja keras dan cinta, PAPUA lebih dari sekadar koteka atau emas di Tembagapura Dari kejelian Gubernur Belanda J van Baal di tahun 1953 membangun Hollandia yang sekarang Jayapura ia memilih suku yang pekerja keras dan cinta laut hingga Michael Rockefeller yang datang ke Agats dan meninggal di Sungai Betsj pada tahun 1961 ia sebetulnya ingin mengumpulkan patung patung Asmat untuk di pamerkan diPAPUA lebih dari sekadar koteka atau emas di Tembagapura Dari kejelian Gubernur Belanda J van Baal di tahun 1953 membangun Hollandia yang sekarang Jayapura ia memilih suku yang pekerja keras dan cinta laut hingga Michael Rockefeller yang datang ke Agats dan meninggal di Sungai Betsj pada tahun 1961 ia sebetulnya ingin mengumpulkan patung patung Asmat untuk di pamerkan di New York, AS.Ekspedisi Tanah Papua oleh Harian Kompas memberikan pandangan dan catatan baru perihal manusia dan kemanusiaan yang terpinggirkan di pulau dengan sumber alam melimpah itu Mereka sempat tertinggal, tetapi punya cita cita untuk berkembang maju.

Product Info

Description
Related Post
Reviews
  • PAPUA lebih dari sekadar koteka atau emas di Tembagapura Dari kejelian Gubernur Belanda J van Baal di tahun 1953 membangun Hollandia yang sekarang Jayapura ia memilih suku yang pekerja keras dan cinta laut hingga Michael Rockefeller yang datang ke Agats dan meninggal di Sungai Betsj pada tahun 1961 ia sebetulnya ingin mengumpulkan patung patung Asmat untuk di pamerkan diPAPUA lebih dari sekadar koteka atau emas di Tembagapura Dari kejelian Gubernur Belanda J van Baal di tahun 1953 membangun Hollandia yang sekarang Jayapura ia memilih suku yang pekerja keras dan cinta laut hingga Michael Rockefeller yang datang ke Agats dan meninggal di Sungai Betsj pada tahun 1961 ia sebetulnya ingin mengumpulkan patung patung Asmat untuk di pamerkan di New York, AS.Ekspedisi Tanah Papua oleh Harian Kompas memberikan pandangan dan catatan baru perihal manusia dan kemanusiaan yang terpinggirkan di pulau dengan sumber alam melimpah itu Mereka sempat tertinggal, tetapi punya cita cita untuk berkembang maju.

  • #2010-31#Kenapa tidak kalian biarkan saja kami hidup seperti ini??Mungkin itu yang ada di dalam pikiran orang Papua ketika menyadari bahwa pendatang mulai mengambil tanah mereka, mulai menambang emas, mengorek setiap kekayaan logam dalam bumi cenderawasih ini, dan hanya sisa butiran yang diberikan pada si penduduk asli. Mengejar cenderawasih, untuk diawetkan dalam kotak kaca, mencuri kebebasan mereka. Memaksa untuk tinggal di rumah batu, keluar dari rumah jerami mereka yang katanya tidak sehat. [...]

    TATO TITIK TUTUL BIRU DI SIKU KANAN IBUKUMamaku punya sebuah tanda biru di siku kanannya. Bentuknya bulat diameter satu sentimeter. Berwarna biru. Selama ini aku mengira itu tanda lahir. Mungkin mama juga mengira begitu.Tapi baru kemarin aku tahu persis, tanda apa itu.Mamaku lahir di Pulau Biak, Kabupaten Biak Numfor, tahun 1965 ketika Papua masih bernama Irian Barat dan belum tergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sekitar tahun 1950-1960an, Irian Barat mengalami endemi frambusia, s [...]

    Kata orang, Papua adalah Indonesia kecil. Bagaimana tidak? Sebagian besar kekayaan alam di Indonesia ada di Papua. Tak heran banyak orang dari lain pulau (bahkan negara) terobsesi untuk datang ke Papua. Yang terjadi, orang asli Papua tersingkir di tanah mereka sendiri. Masuknya PTFI diklaim sebagai penyebab rusaknya mental orang Papua selain rusaknya alam. Masyarakat cepat mengenal uang. Sedangkan orang Papua belum siap dengan kebudayaan uang. Uang yang didapat dipakai untuk hal-hal buruk sepert [...]

    Laporan ekspedisi Kompas ke Papua ini sangat menarik untuk diikuti, terutama karena puluhan feature dalam buku ini dibagi dalam berbagai tema. Liputannya sangat luas, mencakup budaya, ekologi, ekonomi, sosial, dan profil para pahlawan lokal di Papua. Dengan gaya tulis khas Kompas, maka yang kita dapatkan adalah sebuah laporan yang tidak saja membahas permukaan, tapi juga isu yang lebih dalam dari sebuah daerah. Feature andalan yang saya sukai berjudul: "Meno" Kaya Tidur di Selokan karya Ahmad Ar [...]

    MENARIK! Memberikan pandangan lain mengenai papua. Sangat layak dibaca bagi yang ingin melihat papua lebih dalam lagi dari sudut pandang yang lebih objektif.

    buku yg menarikbnyk hal yg selama ini tidak kita ketahui ttg papua ada di buku iniimana kondisi dan keadaan masyarakat kita yg ada disana. dari asmat sampai koteka

    Tanah Papua, tanah yang ditinggalkan. Pepatah bilang "Habis manis, sepah dibuang"

    • ↠ Ekspedisi Tanah Papua - Laporan Jurnalistik Kompas: Terasing di Pulau Sendiri || ✓ PDF Read by ☆ Tim Ekspedisi Tanah Papua Kompas 2007
      229 Tim Ekspedisi Tanah Papua Kompas 2007
    • thumbnail Title: ↠ Ekspedisi Tanah Papua - Laporan Jurnalistik Kompas: Terasing di Pulau Sendiri || ✓ PDF Read by ☆ Tim Ekspedisi Tanah Papua Kompas 2007
      Posted by:Tim Ekspedisi Tanah Papua Kompas 2007
      Published :2019-03-06T10:34:28+00:00